Skip Ribbon Commands
Skip to main content
Pelatihan Pembukuan UKM pertanian

Rabu tanggal 7 Juni 2017, di Desa 3A Kecamatan Simpat Empat, Kabupaten Banjar dilaksanakan “Pelatihan Pembukuan Keuangan”. Pelatihan ini dilaksanakan atas kerjasama LPB Baprida dan PT. Kalimantan Prima Persada Site Sungai Puting. Pelatihan ini merupakan wujud dukungan nyata PT. KPP kepada masyarakat khususnya dalam program pengembangan dan peningkatan ekonomi masyarakat (Economic Development) dan peningkatan pendidikan dan ketrampilan (Education, Skill Up, and Training).

 PP1.png
Gambar 1. Pemberian Materi Pelatihan Oleh Perwakilan LPB Baprida

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh sekitar 25 orang petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani Patra Mandiri. Pelatihan ini dilaksanakan di rumah salah satu anggota kelompok tani Patra mandiri, bapak Misrani, Desa 3A, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar.
Tujuan dilaksanakan  pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman petani dalam membuat laporan keuangan sederhana. Laporan keuangan sederhana tersebut berisi tentang empat laporan, yaitu : 1). Laporan Arus Kas; 2). Laporan Laba Rugi; 3). Laporan Perubahan Modal; 4). Neraca.

PP2.png
Gambar 2. Kegiatan Dikusi Study Case Saat Proses Pelatihan

Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama 1,5 jam ini, dijelaskan bagaimana langkah membuat pembukuan keuangan dengan membuat Laporan Neraca. Secara singkat, Laporan Neraca merupakan laporan yang menunjukkan besarnya harta, utang, dan modal perusahaan pada periode tertentu. Laporan Neraca sendiri, terdiri dari : 1). Penjurnalan; 2). Rekening T; 3). Neraca Saldo; 4). Laporan Laba Rugi; 5). Laporan Neraca; 6). Laporan Perubahan Modal. Para petani yang hadir dalam pelatihan ini sangat antusias selama proses pelatihan berlangsung. Hal ini dibuktikan dengan peran aktif para petani selama proses berlangsung dengan tanya jawab terkait materi yang disampaikan.
Dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan para petani dapat memahami bagaimana langkah membuat laporan keuangan sederhana sehingga bermanfaat untuk mengetahui kondisi besarnya keuangan baik itu berupa modal perusahaan (Gapoktan), harta, dan utang. Dengan demikian, petani maupun gapoktan dapat mengelola keuangan secara baik dan kedepannya dapat merencanakan pengembangan aktivitas ekonomi lebih baik lagi.