Skip Ribbon Commands
Skip to main content

PT. Kalimantan Prima Persada / News / Program Imunisasi Wanita Usia Subur (Wus)


Program Imunisasi Wanita Usia Subur (Wus)

Keselamatan ibu dan bayi pada proses persalinan sampai dengan pasca persalinan sangat perlu mendapat perhatian. Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan, pada tahun 2015, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi  masih tergolong tinggi, yaitu sebesar 307 per kelahiran hidup (KH) dan 34 per 1.000 KH. Padahal, untuk mencapai target program Sustainable Development Goals (SDGs) dan Indonesia Sehat setidaknya pemerintah harus menurunkan AKI dan AKB sebesar 102 per kelahiran hidup (KH) dan 24 per 1.000 KH

Salah satu penyebab tingginya AKI dan AKB adalah penyakit tetanus pada bayi (Neonatal tetanus). Neonatal tetanus umumnya terjadi pada bayi baru lahir. Neonatal tetanus menyerang bayi baru lahir karena dilahirkan di tempat kotor dan tidak steril, terutama jika tali pusar terinfeksi. Neonatal tetanus dapat menyebabkan kematian bayi dan banyak terjadi di negara berkembang.  Untuk mencegah terjangkitnya penyakit tersebut dapat dilakukan dengan cara imunisasi Tetanus Toxoid (TT).
 
 AI1.png
Gambar 1. Kegiatan Imunisasi Wanita Usia Subur (WUS) di MAN 3 Rantau
PT KPP Sungai Puting melalui Program Health and Nutrition berkomitmen untuk membantu dalam program pemerintah guna menurunkan AKI dan AKB melalui program imunisasi. Untuk itu, PT KPP berkerjasama dengan Puskesmas Margasari melakukan kegiatan Imunisasi Tetanus Wanita Usia Subur (WUS) di MAN 3 Rantau, pada hari Selasa, 18 Juli 2017, pukul 11.00-13.00 WITA .
Dalam sambutannya Siti Zulaiha, A.MK, Koordinator Kegiatan mengatakan sangat berterimakasih atas dukungan dari Dunia Usaha (Perusahaan) karena telah memprakarsai kegiatan imunisasi mulai dari tahun 2014 sampai sekarang. Ia menambahkan pentingnya kegiatan ini terutama Wanita Usia Produktif yakni usia 15 hingga 40 tahun, 
Wanita yang masih menstruasi kami anjurkan untuk mendapat TT WUS tujuannya adalah untuk mencegah adanya penyakit tetanus pada wanita usia subur,” ungkap Siti Zulaiha
Siti mengatakan setiap wanita diharapkan sudah mendapat imunisasi Tetanus selama 5 kali sesuai dengan interval yang telah ditentukan. Pemberian imunisasi dilakukan sejak wanita berusia 15 tahun hingga masa menoupouse (15-40 tahun). Hal itu karena, masa tersebut adalah masa usia perempuan melahirkan. Namun seringkali, perempuan umumnya tidak memiliki catatan imunisasi yang lengkap sejak kecil. 
"Jika belum T5, maka bisa dilengkapi hingga interval T5. jika sudah mencapai T5, ia mendapat perlindungan seumur hidup dari penyakit tetanus,"  terang Siti.
Menurut Siti, walaupun kegiatan sudah berjalan dengan baik, akan tetapi masih ada kendala yang di hadapi pihak medis dari Puskesmas Margasari ialah kurangnya pemahaman masyarakat terhadap vaksin tersebut, sehingga ketika di adakan pemberian vaksin wanita yang seharusnya mendapat vaksin, takut untuk di suntik. Harapannya dengan adanya kegiatan ini sekaligus dapat mengedukasi siswa-siswa agar jangan pernah takut untuk menerima vaksin.
AI2.png
Gambar 2. Kegiatan Imunisasi WUS di MAN Rantau 3
Kegiatan yang diikuti oleh 143 siswi MAN 3 Rantau ini, diisi kegiatan sosialisasi tentang pentingnya imunisasi TT dan bahaya penyakit tetanus. Setelah materi sosialisasi disampaikan, dilanjutkan dengan pemberian vaksin TT. Selain itu, dibagikan juga beberapa doorprize kepada peserta sebagai bentuk apresiasi penyelenggara terhadap atensi dari peserta yang hadir.
 
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menekan AKI dan AKB khususnya di Kecamatan Candi Laras Utara (ring 1 area operasional) dan sebagai dukungan nyata PT KPP untuk membantu program pemerintah daerah dan pusat guna mewujudkan capaian program Indonesia Sehat dan Sustainable Development Goals (SDGs).  Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mempererat tali silaturahmi antara karyawan PT. KPP baik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan atau masyarakat.
AI3.jpg